{"id":260,"date":"2018-08-12T09:30:25","date_gmt":"2018-08-12T09:30:25","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.koeriq.net\/?p=260"},"modified":"2021-06-22T05:32:54","modified_gmt":"2021-06-22T05:32:54","slug":"kuliner-ala-manila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260","title":{"rendered":"Kuliner ala Manila"},"content":{"rendered":"<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Pada libur lebaran 2018, saya dan keluarga pergi ke Manila karena ibu saya sudah sajak bertahun-tahun sebelumnya ingin sekali pergi ke Manila. Karena kami hanya berada disana selama 4 hari, sehingga kami menghabiskan waktu di dalam kota saja. Kami pergi berkeliling kota mengunjungi berbagai Gereja dan tentu saja KULINER.<\/p>\n<p>Pergi ke Manila akan terasa kurang lengkap jika tidak mencicipi makanan asli Filipina. Sayangnya mayoritas makanan yang tersedia memang tidak halal sehingga untuk teman-teman Muslim harus ekstra hati-hati. Yang pasti, jika di menu hanya ditulisan &#8220;meat (daging)&#8221; lebih baik jangan dipesan karena biasanya yang dituliskan sebagai daging (saja) artinya daging babi. Jadi pastikan memesanyang bertuliskan &#8220;beef (daging sapi)&#8221;.<\/p>\n<p>Sebelum berangkat, saya sudah riset terlebih dahulu apa saja makanan disana. Saya bertanya kepada banyak orang yang tinggal di Manila atau pernah tinggal di Manila atau yang punya teman\/kenalan yang pernah ke Manila. Ternyata banyak sekali rekomendasi yang diberikan. Sayangnya karena kami hanya sebentar di Manila (dan ibu saya kurang sehat saat berada disana), kami tidak sempat <em>blusukan <\/em>tidak begitu banyak makanan yang sempat kami makan. Berikut ini beberapa makanan yang berhasil kami cicipi.<\/p>\n<h3>Sinigang<\/h3>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_444\" aria-describedby=\"caption-attachment-444\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-444\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5053-300x225.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"375\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-444\" class=\"wp-caption-text\">Sinigang yang asam dan segar<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Sinigang adalah masakan sup berisi sayur dan daging dengan kuah asam, dimana rasa asam bisa dari tamarin (asam jawa), guava (jambu klutuk), calamansi (jeruk kalamansi), mangga muda, dll. Makanan ini dianggap sebagai salah satu makanan nasional Filipina karena ada di hampir setiap daerah dan masing-masing memiliki versi tersendiri. Katanya sih sinigang ini sangat baik untuk meredakan sakit tenggorokan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_446\" aria-describedby=\"caption-attachment-446\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-446 size-medium\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/calamansi-300x300.jpg?resize=300%2C300&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-446\" class=\"wp-caption-text\">Jeruk kalamansi<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Kami mencoba Sinigang dengan iga babi dan kuah tamarin di restoran yang di-rekomendasikan teman Filipin saya yaitu Fely J&#8217;s (di resto ini bisa memilih asam dari tamarind atau guava). Rasanya sangat asam tapi segar sekali dan benar-benar tidak bisa berhenti makan. Bentuk dan rasanya mendekati Juhu (sayur kuah asam ala Dayak) tapi memang lebih asam.<\/p>\n<h3>Sisig<\/h3>\n<p>Sisig merupakan makanan yang terbuat dari kepala dan hati babi. Cara memasaknya adalah kepala babi direbus untuk menghilangkan bulu dan membuat empuk, kemudian dicincang dengan hati dan dipanggang lalu ditambahkan potongan bawang bombay dan disajikan diatas&nbsp;<em>hotplate.<\/em><\/p>\n<p>Karena Bapak saya suka banget sisig, jadi kami seriiinngg banget makan di beberapa resto berbeda. Namun ternyata menurut beliau, paling enak tetap sisig yang kami makan di Fely J&#8217;s.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_449\" aria-describedby=\"caption-attachment-449\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-449\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/ORG_DSC05893-300x200.jpg?resize=500%2C333&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"333\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-449\" class=\"wp-caption-text\">Contoh sisig yang dihidangkan dengan telur mata sapi<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_448\" aria-describedby=\"caption-attachment-448\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-448\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5105-300x225.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"375\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-448\" class=\"wp-caption-text\">Sisig yang dihidangkan dengan potongan cabe dan jeruk kalamansi<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_447\" aria-describedby=\"caption-attachment-447\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-447\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5050-300x225.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"375\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-447\" class=\"wp-caption-text\">Sisig di Fely J&#8217;s yang menurut Bapak paling enak<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<h3>Crispy Pata<\/h3>\n<p>Crispy Pata adalah kaki babi yang digoreng garing dan dimakan dengan saus campuran kecap dan cuka. Makanan ini sangat mirip dengan&nbsp;<em>Schweinshaxe&nbsp;<\/em>(kaki babi goreng ala Jerman). Sama seperti&nbsp;<em>teman<\/em> Jerman-nya, Crispy Pata sangat enak terutama jika dimakan sambil minum bir.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_452\" aria-describedby=\"caption-attachment-452\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-452\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_E5114-2-300x225.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"375\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-452\" class=\"wp-caption-text\">Sangat mirip dengan Pork Knuckle ala Jerman<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<h3>Lechon Kawali<\/h3>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_453\" aria-describedby=\"caption-attachment-453\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-453\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5055-300x225.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"375\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-453\" class=\"wp-caption-text\">Lechon kawali yang sangat enak<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Lechon Kawali adalah&nbsp;<em>pork belly<\/em> yang digoreng kering. Kata lechon sendiri adalah dari bahasa Spanyol yang berarti &#8220;anak babi&#8221; dan Kawali adalah kuali. Jadi kira-kira Lechon Kawali itu anak babi goreng yang dimasak dengan menggunakan kuali.<\/p>\n<p>Anyway, cukup mudah mencari Lechon Kawali di Manila karena banyak sekali restauran ataupun warung yang menjual. Saya berhasil mencoba di beberapa tempat dan rasanya sangat enak. Seperti Crispy Pata, ini sangat cocok dimakan sambil bersantai minum bir.<\/p>\n<p>Saking enaknya, bahkah katanya saat berkunjung ke Cebu mendiang Anthony Bourdain (seorang chef terkenal asal Amerika) dan mengatakan Lechon Kawali adalah masakan babi yang terenak.<\/p>\n<h3>Gising-gising<\/h3>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_454\" aria-describedby=\"caption-attachment-454\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-454\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5173-2-300x225.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"375\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-454\" class=\"wp-caption-text\">Gising-gising<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Sebenarnya alasan kami memesan Gising-gising karena kami kurang makan sayur selama di Manila dan akhirnya meminta rekomendasi di restauran yang kami datangi. Gising-gising adalah buncis dan potongan babi yang dimasak di dalam kuah santan dan biasanya agak pedas. Walaupun sayuran tapi karena santan-nya sangat kental, saya merasa makanan ini cukup membuat eneg.<\/p>\n<h3>Dilis Rice<\/h3>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_455\" aria-describedby=\"caption-attachment-455\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-455\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5056-300x225.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"375\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-455\" class=\"wp-caption-text\">Nasi ditaburi ikan asin<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Pada dasarnya hanya nasi putih yang disajikan dengan ditaburkan ikan asin goreng. Rasanya&#8230;ya nasi pake ikan asin.<\/p>\n<h3>Sinangag<\/h3>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_456\" aria-describedby=\"caption-attachment-456\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-456\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/ORG_DSC05892-300x200.jpg?resize=500%2C333&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"333\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-456\" class=\"wp-caption-text\">Nasi goreng bawang putih<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Jangan tertukar dengan &#8220;sinigang&#8221;, ini adalah nasi goreng dengan bawang putih. Ada kalanya dimasak dengan campuran sayur dan daging tapi biasanya dimakan sebagai teman dari hidangan utama.<\/p>\n<h3>Adobo<\/h3>\n<p>Adobo adalah masakan dimana daging (atau ayam atau sayur) direndam (<em>marinate<\/em>) dengan cuka, kecap asin, bawang putih dan biji merica hitam. Makanan ini sering disebut sebagai masakan nasional Filipina karena bisa ditemukan dimanapun walau dengan variasi yang berbeda di setiap daerah. Rasa adobo agak asam namun sangat empuk dan bumbu sangat meresap ke dalam daging.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_458\" aria-describedby=\"caption-attachment-458\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-458\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5133-300x225.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"375\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-458\" class=\"wp-caption-text\">Contoh adobo yang berhasil kami makan<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_457\" aria-describedby=\"caption-attachment-457\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-457\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5104-300x225.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"375\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-457\" class=\"wp-caption-text\">Contoh adobo yang berhasil kami makan<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<h3>Longsilog<\/h3>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_473\" aria-describedby=\"caption-attachment-473\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-473\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/ORG_DSC08150-1-300x200.jpg?resize=500%2C334&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"334\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-473\" class=\"wp-caption-text\">Longsilog, sarapan ala Filipina<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Salah satu sarapan khas Filipina yang terdiri dari Longganisa (sosis ala Filipina),Sinangag (nasi goreng bawang putih) dan Itlog (telur).<\/p>\n<h3>Tosilog<\/h3>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_462\" aria-describedby=\"caption-attachment-462\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-462\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/ORG_DSC08146-1-300x200.jpg?resize=500%2C334&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"334\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-462\" class=\"wp-caption-text\">Tosilog, sarapan ala Filipina<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Tosilog juga salah satu sarapan khas Filipina yang terdiri dari Tocino (babi goreng manis), Sinangag (nasi goreng bawang putih) dan Itlog (telur).<\/p>\n<h3>Ensaymada<\/h3>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_463\" aria-describedby=\"caption-attachment-463\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-463 size-medium\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5125-e1534065584134-300x269.jpg?resize=300%2C269&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"269\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-463\" class=\"wp-caption-text\">Ensaymada yang lembut<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Selain makanan gurih, ada juga makanan manis yang layak dicoba di Filipina. Salah satunya adalah Ensaymada yang sejenis brioche yang dibuat dengan mentega lalu diatasnya ditaburi keju dan gula. Untuk hari-hari besar tertentu,&nbsp;<em>topping<\/em> yang digunakan bisa beragam seperti <em>butter cream<\/em> dan gula. Saat ini ensaymada disajikan dengan&nbsp;<em>topping&nbsp;<\/em> yang beragam.<\/p>\n<p>Rasanya sangat&nbsp;<em>enteng<\/em> seperti brioche pada umumnya namun keju dan gula menambah rasa gurih dan manis.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_474\" aria-describedby=\"caption-attachment-474\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-474\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/ORG_DSC08135a-200x300.jpg?resize=300%2C449&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"449\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-474\" class=\"wp-caption-text\">mengagumi ensaymada<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<h3>All things Ube<\/h3>\n<p>Sudah merupakan pengetahuan umum bahwa orang Filipina sangat menyukai apapun yang berhubungan dengan Ube. Tapi, apa sih Ube? Ube adalah ubi ungu. Banyak yang mengira Ube sama dengan Taro, tapi ternyata mereka berbeda terutama untuk rasa dan warna. Taro berwarna ungu muda mendekati putih (baru berwarna ungu kalau dimasak) namun Ube berwarna ungu gelap walaupun masih mentah. Untuk rasa dan tekstur, Ube lebih mirip dengan ubi pada umumnya.<\/p>\n<p>Banyak sekali makanan dan minuman Filipina yang dibuat dengan bahan dasar Ube. Kemarin saya berhasil mencoba 4 jenis olahan Ube yaitu :<\/p>\n<ul>\n<li>Ube Cheese Cake di Starbucks<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_471\" aria-describedby=\"caption-attachment-471\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-471\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5424-300x225.jpg?resize=400%2C300&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"300\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-471\" class=\"wp-caption-text\">Ube Cheesecake<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<ul>\n<li>Es Krim Ube<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_469\" aria-describedby=\"caption-attachment-469\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-469\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5423-300x226.jpg?resize=400%2C302&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"302\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-469\" class=\"wp-caption-text\">Es krim Ube<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<ul>\n<li>Ube frappucino di Seattle&#8217;s Best Coffee<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_467\" aria-describedby=\"caption-attachment-467\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-467\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5194-2-300x225.jpg?resize=400%2C300&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"300\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-467\" class=\"wp-caption-text\">Ube frappucino<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<ul>\n<li>Ube Pie di Jollibee<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_468\" aria-describedby=\"caption-attachment-468\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-468\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5421-300x226.jpg?resize=400%2C302&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"302\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-468\" class=\"wp-caption-text\">Ube pie<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Kalau menurut saya sih rasanya ok lah seperti campuran antara ubi dan taro. Lumayan untuk varian rasa baru yang unik.<\/p>\n<h3>Jollibee<\/h3>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_464\" aria-describedby=\"caption-attachment-464\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-464\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5180-225x300.jpg?resize=400%2C533&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"533\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-464\" class=\"wp-caption-text\">Logo Jollibee yang bertebaran dimana-mana<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Salah satu hal &#8220;sangat Filipina&#8221; yang berhasil kami coba adalah Jollibee. Gerai <em>fastfood <\/em>Filipina&nbsp;ini tersebar di mancanegara tidak hanya di Asia tetapi bahkan ada di Italia, Kanada dan Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Karena sering sekali melihat orang membawa kantongan dengan logo lebah ini maka kami mencoba.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_466\" aria-describedby=\"caption-attachment-466\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-466\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5183-300x225.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"375\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-466\" class=\"wp-caption-text\">Ayam goreng, nasi, gravy ala Jollibee<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Saya mencoba Ayam goreng + Nasi (disajikan dengan saus gravy). Hmmm&#8230;kalau boleh jujur, kurang begitu cocok dengan lidah saya karena saya lebih terbiasa dengan ayam goreng ala Indonesia dengan rasa yang lebih&nbsp;<em>nendang<\/em>. Tapi untuk teman-teman Muslim yang mungkin ingin mencari makana yang tidak mengandung babi di Filipina, Jollibee bisa dijadikan salah satu pilihan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"\">&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk kunjungan kami yang bisa dibilang cukup singkat, lumayan banyak makanan yang berhasil kami makan. Sampai-sampai berat badan saya naik banyak sekali. Tapi ya mumpung lagi di Manila, kenapa gak dipuas-puasin aja makannya kan? Soalnya mencari makanan Filipina di Jakarta sepertinya cukup sulit. Sayangnya kami belum berhasil makan di warung-warung makan tradisional di pinggir jalan karena selama di Manila, cuaca kurang mendukung karena setiap hari hujan badai sehingga sulit jika kami harus berjalan di tempat terbuka terlalu lama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada libur lebaran 2018, saya dan keluarga pergi ke Manila karena ibu saya sudah sajak bertahun-tahun sebelumnya ingin sekali pergi ke Manila. Karena kami hanya berada disana selama 4 hari,<\/p>\n<div class=\"read-more\"><a class=\"btn button-primary\" href=\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260\">Read More<\/a><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1658,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"bgseo_title":"","bgseo_description":"","bgseo_robots_index":"index","bgseo_robots_follow":"follow","crio-premium-page-header-override":null,"crio-premium-page-header-select":"none","crio-premium-page-header-featured-image-background":"","crio-premium-page-header-background":"","footnotes":""},"categories":[26,5,13,90,41,37,24],"tags":[],"class_list":["post-260","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-asia","category-bahasa-indonesia","category-food","category-latest-posts","category-manila","category-philippines-filipina","category-travel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kuliner ala Manila | KoeriqNET - Stories and Thoughts<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kuliner ala Manila - KoeriqNET - Stories and Thoughts\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada libur lebaran 2018, saya dan keluarga pergi ke Manila karena ibu saya sudah sajak bertahun-tahun sebelumnya ingin sekali pergi ke Manila. Karena kami hanya berada disana selama 4 hari,Read More\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KoeriqNET - Stories and Thoughts\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-08-12T09:30:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-06-22T05:32:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5052-e1534062714680.jpg?fit=2000%2C1239&ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1239\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Koeriq\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Koeriq\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260\"},\"author\":{\"name\":\"Koeriq\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/person\/a50ccb504b00832be0c643bdc0a63a47\"},\"headline\":\"Kuliner ala Manila\",\"datePublished\":\"2018-08-12T09:30:25+00:00\",\"dateModified\":\"2021-06-22T05:32:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260\"},\"wordCount\":1351,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#organization\"},\"articleSection\":[\"ASIA\",\"Bahasa Indonesia\",\"Food\",\"Latest Posts\",\"Manila\",\"Philippines (Filipina)\",\"Travel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260\",\"url\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260\",\"name\":\"Kuliner ala Manila - KoeriqNET - Stories and Thoughts\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-08-12T09:30:25+00:00\",\"dateModified\":\"2021-06-22T05:32:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kuliner ala Manila\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/\",\"name\":\"KoeriqNET - Stories and Thoughts\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#organization\",\"name\":\"KoeriqNET - Stories and Thoughts\",\"url\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/logo_500px.png?fit=500%2C286&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/logo_500px.png?fit=500%2C286&ssl=1\",\"width\":500,\"height\":286,\"caption\":\"KoeriqNET - Stories and Thoughts\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/person\/a50ccb504b00832be0c643bdc0a63a47\",\"name\":\"Koeriq\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7f2801ffe19d2b75fafd22b9d70a1a81cb587c116cda65db418a8458e3e016e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7f2801ffe19d2b75fafd22b9d70a1a81cb587c116cda65db418a8458e3e016e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Koeriq\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.koeriq.net\"],\"url\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kuliner ala Manila | KoeriqNET - Stories and Thoughts","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kuliner ala Manila - KoeriqNET - Stories and Thoughts","og_description":"Pada libur lebaran 2018, saya dan keluarga pergi ke Manila karena ibu saya sudah sajak bertahun-tahun sebelumnya ingin sekali pergi ke Manila. Karena kami hanya berada disana selama 4 hari,Read More","og_url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260","og_site_name":"KoeriqNET - Stories and Thoughts","article_published_time":"2018-08-12T09:30:25+00:00","article_modified_time":"2021-06-22T05:32:54+00:00","og_image":[{"width":2000,"height":1239,"url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5052-e1534062714680.jpg?fit=2000%2C1239&ssl=1","type":"image\/jpeg"}],"author":"Koeriq","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Koeriq","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260"},"author":{"name":"Koeriq","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/person\/a50ccb504b00832be0c643bdc0a63a47"},"headline":"Kuliner ala Manila","datePublished":"2018-08-12T09:30:25+00:00","dateModified":"2021-06-22T05:32:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260"},"wordCount":1351,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#organization"},"articleSection":["ASIA","Bahasa Indonesia","Food","Latest Posts","Manila","Philippines (Filipina)","Travel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260","url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260","name":"Kuliner ala Manila - KoeriqNET - Stories and Thoughts","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#website"},"datePublished":"2018-08-12T09:30:25+00:00","dateModified":"2021-06-22T05:32:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=260#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.koeriq.net\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kuliner ala Manila"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#website","url":"https:\/\/www.koeriq.net\/","name":"KoeriqNET - Stories and Thoughts","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.koeriq.net\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#organization","name":"KoeriqNET - Stories and Thoughts","url":"https:\/\/www.koeriq.net\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/logo_500px.png?fit=500%2C286&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/logo_500px.png?fit=500%2C286&ssl=1","width":500,"height":286,"caption":"KoeriqNET - Stories and Thoughts"},"image":{"@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/person\/a50ccb504b00832be0c643bdc0a63a47","name":"Koeriq","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7f2801ffe19d2b75fafd22b9d70a1a81cb587c116cda65db418a8458e3e016e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7f2801ffe19d2b75fafd22b9d70a1a81cb587c116cda65db418a8458e3e016e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Koeriq"},"sameAs":["https:\/\/www.koeriq.net"],"url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?author=1"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/IMG_5052-e1534062714680.jpg?fit=2000%2C1239&ssl=1","jetpack-related-posts":[{"id":483,"url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=483","url_meta":{"origin":260,"position":0},"title":"7 hal menarik dalam perjalanan ke Tanah Suci bertiga","date":"August 21, 2018","format":false,"excerpt":"Saya dan orang tua berkesempatan untuk pergi berziarah ke Tanah Suci yaitu Yerusalem dan sekitar di tahun 2010. Tidak seperti ziarah tanah suci biasa, kami hanya pergi bertiga tanpa\u00a0travel agent. Sebenarnya beberapa tahun sebelumnya saat saya SMP, orang tua saya pernah pergi berdua ke Israel tanpa travel juga sehingga kesempatan\u2026","rel":"","context":"In &quot;Bahasa Indonesia&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/36169_455025262197_1025211_n-1.jpg?fit=720%2C404&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":261,"url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=261","url_meta":{"origin":260,"position":1},"title":"Perjalanan dengan Bus ke Melaka","date":"July 6, 2018","format":false,"excerpt":"Beberapa saat yang lalu kami pergi ke Melaka. Tujuan awal hanya akan menghabiskan liburan beberapa hari di Singapura tapi orang tua saya tiba-tiba memiliki ide untuk sekalian ke Melaka. Sempat berpikir untuk terbang langsung dari Jakarta ke Melaka, baru dilanjutkan ke Singapura, tapi ternyata gak ada pesawat\u00a0direct\u00a0dari Jakarta ke\u00a0Melaka dan\u2026","rel":"","context":"In &quot;ASIA&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/LRG_DSC07816.jpg?fit=1200%2C802&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":322,"url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=322","url_meta":{"origin":260,"position":2},"title":"Wanna One Concert Marathon di 3 Negara (KUALA LUMPUR)","date":"July 30, 2018","format":false,"excerpt":"Kuala Lumpur Teman Menonton Vera Jess Vina Lokasi Konser Konser diadakan di Axiata Arena yang jauhhhhhh sekali dari sentral. Kali ini saya terbang dari Jakarta sendiri karena yang lain sudah sampai sehari sebelumnya. Hotel yang dipilih sebenarnya berdekatan dengan venue (dan banyak wannables yang menginap disitu juga), tapi tetap harus\u2026","rel":"","context":"In &quot;Bahasa Indonesia&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/IMG_6255.jpg?fit=1000%2C750&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":123,"url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=123","url_meta":{"origin":260,"position":3},"title":"Menyapa Rusa di Kota Nara","date":"April 5, 2018","format":false,"excerpt":"Nara adalah sebuah kota di daerah Kansai, Jepang yang sempat menjadi ibukota Jepang di tahun 710 - 794 dan berpenduduk sekitar 300 ribu jiwa di tahun 2017. Salah satu hal yang menarik dan khas di kota ini adalah\u00a0Sika Deer (Nihonjika\u00a0\u30cb\u30db\u30f3\u30b8\u30ab)\u00a0yaitu rusa yang jinak dan bebas berkeliaran di kota. Menurut kepercayaan,\u2026","rel":"","context":"In &quot;ASIA&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/nara07.jpg?fit=900%2C601&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":162,"url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=162","url_meta":{"origin":260,"position":4},"title":"Japanese Society in Chester","date":"February 11, 2019","format":false,"excerpt":"Saya suka kebudayaan Jepang dari lama. Semua diawali dengan kecintaan saya kepada\u00a0idol group Jepang bernama ARASHI. Sejak itu saya belajar bahasa Jepang demi mengerti\u00a0variety show dan lagu mereka. Karena saat itu memang belum banyak fans yang \"menyediakan\" fansub.\u00a0 Sayangnya walaupun belajar bahasa Jepang, tidak ada teman untuk berlatih berbicara karena\u2026","rel":"","context":"In &quot;Anak Rantau&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/30651_388081592197_3856881_n-e1549874773526.jpg?fit=719%2C367&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":898,"url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=898","url_meta":{"origin":260,"position":5},"title":"Ikut Main di Captain America : The First Avenger? (Part 2 : Shooting)","date":"August 30, 2019","format":false,"excerpt":"First of all, kalau ditanya foto-foto selama shooting, maaf saja gue gak ada karena memang dilarang untuk bawa HP, kamera dan sejenisnya. Bahkan selama proses shooting itu, kami harus menandatangani perjanjian kerahasiaan dan kalau ketahuan menyebarkan sedikitpun di media sosial bisa langsung dituntut. Hari pertama sangat menegangkan, lebih karena gue\u2026","rel":"","context":"In &quot;Anak Rantau&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/captainamerica_firstavenger.jpg?fit=1200%2C675&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/260","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=260"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/260\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1659,"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/260\/revisions\/1659"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=260"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=260"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=260"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}