{"id":508,"date":"2019-01-04T05:51:51","date_gmt":"2019-01-04T05:51:51","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.koeriq.net\/?p=508"},"modified":"2021-06-22T05:32:54","modified_gmt":"2021-06-22T05:32:54","slug":"11-tempat-yang-harus-dikunjungi-di-yerusalem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508","title":{"rendered":"11 tempat yang harus dikunjungi di Yerusalem (Part 1)"},"content":{"rendered":"<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Yerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia yang menjadi tempat suci bagi agama Yahudi, Kristen dan Islam. Kota ini terdiri dari Yerusalem lama yang dikelilingi oleh tembok tebal dan tinggi layaknya kota kuno sedangkan Yerusalem baru adalah kota besar modern pada umumnya. Saya pribadi lebih menyukai Yerusalem lama karena memang hampir semua tempat ziarah berada di area ini. Saat kami ber-ziarah di Tanah Suci, kami berhasil mengunjungi beberapa lokasi ziarah yang menarik dan sayang sekali untuk dilewatkan di Yerusalem.<\/p>\n<h3>1. Gereja Makam Kudus (Church of the Holy Sepulchre)<\/h3>\n<p>Gereja yang berada di Bukit Tengkorak atau Bukit Kalvari ini merupakan tempat peristirahatan Yesus terakhir sebelum akhirnya bangkit dan naik ke surga. Saat memasuki Gereja, kita langsung disambut oleh Batu Pengurapan, tempat mayat Yesus diurapi.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_563\" aria-describedby=\"caption-attachment-563\" style=\"width: 551px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-563\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/149608_455031512197_298263_n.jpg?resize=551%2C309&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"551\" height=\"309\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-563\" class=\"wp-caption-text\">batu tempat pengurapan Yesus<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Tak jauh dari situ ada tangga untuk naik ke Golgota yang adalah tempat Yesus disalibkan dan di lokasi itu dibangun Kapel Golgota yang dibagi 2 menjadi bagian Katolik dan Ortodox dengan altar masing-masing.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_562\" aria-describedby=\"caption-attachment-562\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-562\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/149186_455031487197_7111371_n.jpg?resize=550%2C309&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"309\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-562\" class=\"wp-caption-text\">altar di atas tempat salib Yesus pernah berdiri<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Saat masuk lebih dalam, kita bisa melihat sebuah ruangan bulat dengan bangunan kubah tinggi di tengahnya yang dinamakan rotunda dan di dalamnya adalah Kubur Suci Yesus. Di dalam rotunda terdapat 2 kapel yaitu Kapel Malaikat, berisi batu yang konon adalah batu penutup kubur Yesus yang digulingka oleh Malaikat. Sedangkan kapel kedua adalah Kapel Kubur Suci yang adalah tempat Yesus pernah dikubur dengan bertuliskan &#8220;Dia tidak ada lagi disini, Dia telah bangkit&#8221;. Karena kubur itu memang kosong dan Yesus telah bangkit.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_564\" aria-describedby=\"caption-attachment-564\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-564\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/149926_455025577197_1285375_n.jpg?resize=550%2C309&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"309\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-564\" class=\"wp-caption-text\">rotunda<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Gereja Kubur Suci adalah tempat yang sangat penting untuk umat Kristiani sehingga dimiliki bersama oleh 6 denominasi Kristen (Gereja Ortodoks Yunani, Gereja Katolik Roma, Gereja Ortodoks Armenia, Gereja Koptik, Gereja Ortodoks Siria dan Gereja Etiopia) dan masing-masing memiliki altar dan kapel sendiri.<\/p>\n<p>Hal yang menarik adalah bahwa pemegang kunci Gereja Kubur Suci adalah keluarga Muslim.<\/p>\n<h3>2. Tembok Ratapan (The Wailing Wall)<\/h3>\n<p>Tembok Ratapan atau yang sering juga disebut Tembok Barat merupakan peninggalan dari Bait Allah Kedua yang masih tersisa. Bagi orang Yahudi, area di depan Tembok Ratapan itu memiliki status yang sama dengan Sinagoga (tempat ibadah Yahudi) sehingga siapapun yang datang harus menggunakan pakaian suci yaitu pakaian sopan seperti rok\/celana panjang sebetis dan baju dengan lengan panjang untuk wanita, sedangkan lelaki harus memakai topi atau tutup kepala.<\/p>\n<p>Sampai saat ini orang Yahudi tetap berdoa di depan Tembok Ratapan untuk memperingati hancurnya Bait Allah, bahkan tidak sedikit yang berdoa sampai menangis. Cara mereka berdoa pun cukup unik yaitu dengan berdiri dan menggerak-gerakkan badannya ke depan karena menurut Kitab Suci mereka, berdoa bukan hanya dengan mulut tapi juga seluruh jiwa dan raga.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_495\" aria-describedby=\"caption-attachment-495\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-495\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/96BE8ED3-2031-4278-BCA0-46D9EA74372B.jpeg?resize=550%2C309&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"309\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-495\" class=\"wp-caption-text\">di depan Tembok Ratapan<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<h3>3. Basilika Sarkat Maut\/Balisika Segala Bangsa (Church of All Nations)<\/h3>\n<p>Gereja Katolik yang berada di Bukit Zaitun, di sebelah Taman Getsemani ini diyakini adalah tempat Yesus berdoa sebelum ia didatangi oleh Yudas Iskariot dan akhirnya ditangkap oleh tentara Romawi.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_573\" aria-describedby=\"caption-attachment-573\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-573\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/76846_455031832197_3987273_n.jpg?resize=550%2C309&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"309\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-573\" class=\"wp-caption-text\">Taman Getsemani<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Untuk menuju Gereja, kita harus melewati taman yang ditumbuhi pohon zaitun yang umurnya sudah beratus-ratus tahun. Bahkan konon ada yang memang sudah ada sejak jaman Yesus.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_571\" aria-describedby=\"caption-attachment-571\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-571\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/74020_455031892197_4412689_n.jpg?resize=550%2C309&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"309\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-571\" class=\"wp-caption-text\">berfoto dengan background Taman Getsemani yang dipenuhi pohon zaitun<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Selain dinamakan \u201cBasilika Sakrat Maut\u201d (Basilica of The Agony), Gereja ini juga dikenal sebagai \u201cBasilika Segala Bangsa\u201d karena ada 12 negara yang membiayai pembangunan Gereja ini di tahun 1919 &#8211; 1924 yaitu Argentina, Chile, Brazil, Mexico, Italia, Perancis, Spanyol, Inggris, Belgia, Kanada, Jerman, dan Amerika Serikat. Irlandia, Hungaria, dan Polandia menyumbang hiasan mozaik. Sedangkan Australia menyumbang mahkota yang mengelilingi batu tempat Yesus berdoa.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_574\" aria-describedby=\"caption-attachment-574\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-574\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/150395_455031762197_1440876_n.jpg?resize=550%2C309&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"309\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-574\" class=\"wp-caption-text\">bagian depan Balisika Segala Bangsa<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Walaupun merupakan Gereja Katolik Roma, namun umat Kristiani lainnya tetap dapat berdoa disini karena disediakan sebuah altar terbuka dimana mereka bisa menyelenggakan kebaktian, misa, dan doa lainnya.<\/p>\n<p>Pada dasarnya di Gereja ini, semua pengikut Kristus diberikan kebebasan untuk berdoa kepadaNya dan memuji namaNya dengan cara &nbsp;masing-masing.<\/p>\n<h3>4. Jalan Sengsara (Via Dolorosa)<\/h3>\n<p>Via Dolorosa merupakan rute perjalanan sengsara Yesus saat berjalan memanggul salib di kota tua Yerusalem. Sesuai dengan Ibadah Jalan Salib yang biasa dilakukan oleh umat Kristiani, ada 14 pemberhentian di sepanjang jalan tersebut. Namun karena Via Dolorosa merupakan jalanan yang masih aktif digunakan, ada kalanya sulit menemukan beberapa pemberhentian karena tulisan tertutup oleh dagangan atau papan pengumuman.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_593\" aria-describedby=\"caption-attachment-593\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-593\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/76085_455025347197_7355119_n.jpg?resize=550%2C309&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"309\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-593\" class=\"wp-caption-text\">suasana Via Dolorosa<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_592\" aria-describedby=\"caption-attachment-592\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-592\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/74799_455025437197_2814183_n.jpg?resize=550%2C309&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"309\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-592\" class=\"wp-caption-text\">pemberhentian ke-8 dengan petunjuk yang sangat kecil dan hampir terlewat<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Saat ini banyak informasi di internet mengenai penjelasan lokasi masing-masing pemberhentian. Namun tidak perlu bingung karena ada banyak sekali kelompok tur (dari berbagai negara) yang melakukan jalan salib dan kita bisa langsung mengikuti di belakang. Ada kelompok yang berjalan dengan santai layaknya tur biasa, dengan dijelaskan masing-masing lokasi, ada juga yang benar-benar melakukan ibadah Jalan Salib lengkap dengan nyanyian dan doa yang sesuai untuk setiap pemberhentian (bahkan ada yang sambil membawa salib besar).<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_594\" aria-describedby=\"caption-attachment-594\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-594\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/76780_455025187197_7339707_n.jpg?resize=550%2C309&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"309\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-594\" class=\"wp-caption-text\">Peziarah yang ibadah Jalan Salib sambil membawa salib besar<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Saya dan Bapak Ibu melakukan jalan salib ini dengan santai dan sesekali berdoa bersama. Namun saat kami lelah, kami juga menyempatkan diri untuk duduk sambil makan dan minum di warung makan setempat.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<figure id=\"attachment_578\" aria-describedby=\"caption-attachment-578\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-578\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/76993_455025247197_7238964_n.jpg?resize=550%2C309&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"309\"  data-recalc-dims=\"1\"><figcaption id=\"caption-attachment-578\" class=\"wp-caption-text\">beristirahat sejenak<\/figcaption><\/figure>\n<div class=\"boldgrid-section\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-xs-12 col-sm-12\">\n<p>Yang pasti jika datang ke Via Dolorosa agak siang\/sore, jangan harap bisa melakukan ibadah Jalan Salib dalam suasana sunyi dan khusyuk seperti layaknya di Gereja pada umumnya. Karena suasana di tempat itu sangat hiruk pikuk.<\/p>\n<h3>5. Gereja Dominus Flevit (Gereja Tuhan Menangis)<\/h3>\n<p>Gereja dengan puncak menara berbentuk air mata ini adalah tempat dimana Yesus menangis saat melihat kota Yerusalem karena semua yang indah itu akan hancur berantakan.<\/p>\n<p>Dari Gereja ini kita bisa melihat pemandangan luas dan indah dari kota tua Yerusalem.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-591\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/73960_455032027197_3720210_n.jpg?resize=720%2C404&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"404\"  data-recalc-dims=\"1\"><\/p>\n<h3>6. Gereja Bapa Kami (Church of Pater Noster)<\/h3>\n<p>Seperti namanya, Gereja ini dipercaya adalah tempat Yesus mengajarkan doa &#8220;Bapa Kami&#8221; kepada para Rasul (Matius 6:9-13). Lokasi Gereja berada di Bukit Zaitun dan merupakan tempat dimana Yesus biasa menyendiri dan berdoa kepada BapaNya.<\/p>\n<p>Gereja ini merupakan bagian dari biara Karmelit yang dibangun tahun 1875 oleh seorang bangsawan Perancis bernama Putri Aurelia Bossi&nbsp;de la Tour d&#8217;Auvergne. Walaupun Gereja Bapa Kami pertama sudah pernah dibangun di abad 4 oleh Kasiar Konstatin I atas petunjuk ibunya, St. Helena, namun dihancurkan oleh tentara Persia di tahun 614. Kemudian dibangun kembali oleh para Pejuang Perang Salib di tahun 1152 dan hancur saat Jerusalem dikuasai oleh Sultan Saladin di tahun 1187.<\/p>\n<p>Saat ini, Gereja Bapa Kami ini merupakan bangunan tanpa atap dan memiliki jalan menuju sebuah&nbsp;<em>grotto<\/em> (goa buatan) yang dipercaya adalah lokasi Yesus mengajarkan doa &#8220;Bapa Kami&#8221;.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-595\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/76015_455032177197_2378630_n.jpg?resize=720%2C404&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"404\"  data-recalc-dims=\"1\"><\/p>\n<p>Dinding Gereja dipenuhi oleh tulisan doa &#8220;Bapa Kami&#8221; dalam lebih dari 100 bahasa, salah satunya adalah dalam Bahasa Indonesia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-565\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/73090_455032137197_3064050_n.jpg?resize=404%2C720&#038;ssl=1\" alt=\"\" width=\"404\" height=\"720\"  data-recalc-dims=\"1\"><\/p>\n<p>Saat ini saya baru menuliskan 6 lokasi menarik yang ada di Yerusalem. Lokasi yang lain akan menyusul di Part 2.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia yang menjadi tempat suci bagi agama Yahudi, Kristen dan Islam. Kota ini terdiri dari Yerusalem lama yang dikelilingi oleh tembok tebal dan<\/p>\n<div class=\"read-more\"><a class=\"btn button-primary\" href=\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508\">Read More<\/a><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1650,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"bgseo_title":"","bgseo_description":"","bgseo_robots_index":"index","bgseo_robots_follow":"follow","crio-premium-page-header-override":null,"crio-premium-page-header-select":"none","crio-premium-page-header-featured-image-background":"","crio-premium-page-header-background":"","footnotes":""},"categories":[31,90,86,24],"tags":[],"class_list":["post-508","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-holyland","category-latest-posts","category-the-middle-east","category-travel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>11 tempat yang harus dikunjungi di Yerusalem (Part 1) | KoeriqNET - Stories and Thoughts<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"11 tempat yang harus dikunjungi di Yerusalem (Part 1) - KoeriqNET - Stories and Thoughts\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia yang menjadi tempat suci bagi agama Yahudi, Kristen dan Islam. Kota ini terdiri dari Yerusalem lama yang dikelilingi oleh tembok tebal danRead More\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KoeriqNET - Stories and Thoughts\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-01-04T05:51:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-06-22T05:32:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/785E4747-9FB6-4BC4-9677-592FF2EA6F47.jpeg?fit=720%2C404&ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"404\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Koeriq\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Koeriq\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508\"},\"author\":{\"name\":\"Koeriq\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/person\/a50ccb504b00832be0c643bdc0a63a47\"},\"headline\":\"11 tempat yang harus dikunjungi di Yerusalem (Part 1)\",\"datePublished\":\"2019-01-04T05:51:51+00:00\",\"dateModified\":\"2021-06-22T05:32:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508\"},\"wordCount\":1146,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#organization\"},\"articleSection\":[\"HOLYLAND\",\"Latest Posts\",\"The Middle East\",\"Travel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508\",\"url\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508\",\"name\":\"11 tempat yang harus dikunjungi di Yerusalem (Part 1) - KoeriqNET - Stories and Thoughts\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-01-04T05:51:51+00:00\",\"dateModified\":\"2021-06-22T05:32:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"11 tempat yang harus dikunjungi di Yerusalem (Part 1)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/\",\"name\":\"KoeriqNET - Stories and Thoughts\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#organization\",\"name\":\"KoeriqNET - Stories and Thoughts\",\"url\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/logo_500px.png?fit=500%2C286&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/logo_500px.png?fit=500%2C286&ssl=1\",\"width\":500,\"height\":286,\"caption\":\"KoeriqNET - Stories and Thoughts\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/person\/a50ccb504b00832be0c643bdc0a63a47\",\"name\":\"Koeriq\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7f2801ffe19d2b75fafd22b9d70a1a81cb587c116cda65db418a8458e3e016e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7f2801ffe19d2b75fafd22b9d70a1a81cb587c116cda65db418a8458e3e016e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Koeriq\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.koeriq.net\"],\"url\":\"https:\/\/www.koeriq.net\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"11 tempat yang harus dikunjungi di Yerusalem (Part 1) | KoeriqNET - Stories and Thoughts","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"11 tempat yang harus dikunjungi di Yerusalem (Part 1) - KoeriqNET - Stories and Thoughts","og_description":"Yerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia yang menjadi tempat suci bagi agama Yahudi, Kristen dan Islam. Kota ini terdiri dari Yerusalem lama yang dikelilingi oleh tembok tebal danRead More","og_url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508","og_site_name":"KoeriqNET - Stories and Thoughts","article_published_time":"2019-01-04T05:51:51+00:00","article_modified_time":"2021-06-22T05:32:54+00:00","og_image":[{"width":720,"height":404,"url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/785E4747-9FB6-4BC4-9677-592FF2EA6F47.jpeg?fit=720%2C404&ssl=1","type":"image\/jpeg"}],"author":"Koeriq","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Koeriq","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508"},"author":{"name":"Koeriq","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/person\/a50ccb504b00832be0c643bdc0a63a47"},"headline":"11 tempat yang harus dikunjungi di Yerusalem (Part 1)","datePublished":"2019-01-04T05:51:51+00:00","dateModified":"2021-06-22T05:32:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508"},"wordCount":1146,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#organization"},"articleSection":["HOLYLAND","Latest Posts","The Middle East","Travel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508","url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508","name":"11 tempat yang harus dikunjungi di Yerusalem (Part 1) - KoeriqNET - Stories and Thoughts","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#website"},"datePublished":"2019-01-04T05:51:51+00:00","dateModified":"2021-06-22T05:32:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=508#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.koeriq.net\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"11 tempat yang harus dikunjungi di Yerusalem (Part 1)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#website","url":"https:\/\/www.koeriq.net\/","name":"KoeriqNET - Stories and Thoughts","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.koeriq.net\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#organization","name":"KoeriqNET - Stories and Thoughts","url":"https:\/\/www.koeriq.net\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/logo_500px.png?fit=500%2C286&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/logo_500px.png?fit=500%2C286&ssl=1","width":500,"height":286,"caption":"KoeriqNET - Stories and Thoughts"},"image":{"@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/person\/a50ccb504b00832be0c643bdc0a63a47","name":"Koeriq","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.koeriq.net\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7f2801ffe19d2b75fafd22b9d70a1a81cb587c116cda65db418a8458e3e016e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7f2801ffe19d2b75fafd22b9d70a1a81cb587c116cda65db418a8458e3e016e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Koeriq"},"sameAs":["https:\/\/www.koeriq.net"],"url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?author=1"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/785E4747-9FB6-4BC4-9677-592FF2EA6F47.jpeg?fit=720%2C404&ssl=1","jetpack-related-posts":[{"id":556,"url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=556","url_meta":{"origin":508,"position":0},"title":"11 tempat yang harus dikunjungi di Yerusalem (Part 2)","date":"January 25, 2019","format":false,"excerpt":"Mari kita lanjutkan daftar lokasi yang harus dikunjungi di Yerusalem. 7. Kapel Kenaikan ke Surga (Chapel of Ascension) Tidak begitu jauh dari Gereja \"Bapa Kami\" adalah kapel yang diyakini sebagai tempat Yesus naik ke Surga. Sudah beberapa kali dibangung Gereja di lokasi ini namun beberapa kali pula Gereja tersebut dihancurkan.\u2026","rel":"","context":"In &quot;ASIA&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/76826_455032012197_1970414_n.jpg?fit=720%2C404&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":483,"url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=483","url_meta":{"origin":508,"position":1},"title":"7 hal menarik dalam perjalanan ke Tanah Suci bertiga","date":"August 21, 2018","format":false,"excerpt":"Saya dan orang tua berkesempatan untuk pergi berziarah ke Tanah Suci yaitu Yerusalem dan sekitar di tahun 2010. Tidak seperti ziarah tanah suci biasa, kami hanya pergi bertiga tanpa\u00a0travel agent. Sebenarnya beberapa tahun sebelumnya saat saya SMP, orang tua saya pernah pergi berdua ke Israel tanpa travel juga sehingga kesempatan\u2026","rel":"","context":"In &quot;Bahasa Indonesia&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/36169_455025262197_1025211_n-1.jpg?fit=720%2C404&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1103,"url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=1103","url_meta":{"origin":508,"position":2},"title":"7 Hal Yang Bisa Dilakukan di Chester dalam 1 hari","date":"June 3, 2021","format":false,"excerpt":"Ada yang pernah dengar kota Chester? Bukan Manchester ya, soalnya dulu setiap cerita bahwa saya tinggal di Chester, pasti komen pertama adalah \"Oh! Manchester?\" hahaha. Chester mungkin tidak seterkenal kota-kota lain di Inggris tetapi ternyata mendapat predikat Top 10 Best Cities in Britain berdasarkan survey salah satu media di Inggris.Chester\u2026","rel":"","context":"In &quot;Bahasa Indonesia&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/chesterows.jpg?fit=835%2C435&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":606,"url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=606","url_meta":{"origin":508,"position":3},"title":"Menelusuri Indahnya Banff National Park","date":"January 25, 2019","format":false,"excerpt":"Kanada terkenal dengan pemandangan alam-nya yang indah dan terawat dengan baik. Bahkan sampai saat ini ada lebih dari 40 taman nasional yang tersebar di seluruh Kanada. Salah satu yang cukup dikenal dan merupakan taman national tertua di Kanada adalah Banff National Park (Taman Nasional Banff) di Alberta. Akhir tahun 2018\u2026","rel":"","context":"In &quot;Bahasa Indonesia&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/IMG_0540.png?fit=1200%2C392&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":164,"url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=164","url_meta":{"origin":508,"position":4},"title":"TT Racing di Isle of Man","date":"January 25, 2019","format":false,"excerpt":"Mungkin tidak terlalu banyak yang tahu mengenai TT Racing yang diadakan setiap tahun di Isle of Man. Kalaupun tahu, mungkin mereka tidak familiar dengan pulau Isle of Man itu sendiri. Isle of Man ada sebuah pulau kecil yang terletak di antara Inggris dan Irlandia dan di pulau inilah saya pernah\u2026","rel":"","context":"In &quot;Anak Rantau&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Isle-of-Man-TT1.jpg?fit=800%2C383&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":123,"url":"https:\/\/www.koeriq.net\/?p=123","url_meta":{"origin":508,"position":5},"title":"Menyapa Rusa di Kota Nara","date":"April 5, 2018","format":false,"excerpt":"Nara adalah sebuah kota di daerah Kansai, Jepang yang sempat menjadi ibukota Jepang di tahun 710 - 794 dan berpenduduk sekitar 300 ribu jiwa di tahun 2017. Salah satu hal yang menarik dan khas di kota ini adalah\u00a0Sika Deer (Nihonjika\u00a0\u30cb\u30db\u30f3\u30b8\u30ab)\u00a0yaitu rusa yang jinak dan bebas berkeliaran di kota. Menurut kepercayaan,\u2026","rel":"","context":"In &quot;ASIA&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/www.koeriq.net\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/nara07.jpg?fit=900%2C601&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/508","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=508"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/508\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1654,"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/508\/revisions\/1654"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1650"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=508"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=508"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.koeriq.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=508"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}